Saturday, March 19, 2016

Filled Under:

Hukum Maulid Nabi Menurut Para Ulama Besar

Hukum Maulid Nabi Menurut Para Ulama Besar - Pertanyaan: "Bagaimana pendapat para ulama besar mengenai perayaan Maulid nabi yang banyak diperingati oleh masyarakat muslim pada masa ini ? Adakah mereka mengharamkan peringatan tersebut ?

Jawaban:

Para ulama telah banyak memberikan fatwa dan pendapatnya mengenai peringatan maulid nabi ini, dan mereka semua memandang bahwa peringatan maulid nabi boleh bahkan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Beberapa ulama besar yang berpendapat mengenai masalah ini diantaranya adalah sebagai berikut:

Syaikh Ibn Taimiyah

Menurut Syaikh Ibnu Taimiyah, maulid nabi merupakan bentuk pengagungan kepada kanjeng Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan bagi para pengamal yang memperingati maulid nabi dengan penuh menghadirkan rasa cinta yang tinggi kepada beliau maka akan mendapatkan pahala yang sangat besar, sebab ia menyelenggarakannya dengan niat yang baik. Dalam kitab Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim beliau berkat sebagai berikut:

فتعظيم المولد واتخاذه موسما قد يفعل بعض الناس و يكون له فيه اجر عظيم لحسن قصده و تعظيمه لرسول الله صلي الله عليه وسلم كما قدمته لك

Artinya:

"Maka, mengagungkan maulid dan menjadikannya sebagai hari raya setiap muslim dilakukan oleh sebagian muslim dan ia akan memperoleh pahala yang besar karena niatnya yang baik dan karena ta'dzimnya kepada kanjeng rasul Shallallahu 'alaihi wa Sallam sebagaimana telah aku sampaikan kepadamu."

Sayyidi Asy-Syaikh Al-Imam Al-Hafidz Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi

Menurut Imam As-Suyuthi, memperingati maulid nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam hukumnya bid'ah hasanah, atau sesuatu yang tidak ada dilakukan di masa kanjeng rasul namun amalan tersebut baik ketika ditinjau dari sudut pandang syara'. Adapun orang yang mengamalkan perayaan ini dengan niat baik maka ia akan mendapatkan pahala, sebab dia telah mengagungkan dan bahagia atas kelahiran beliau. 

Dalam Al-Hawi Lil Fatawi, Imam As-Suyuthi memberikan penjelasan sebagai berikut:

عندي ان اصل المولد الذي هو اجتماع الناس وقراءة ما تيسر من القران ورواية الأخبار الواردة في مبدء امر النبي وما قع في مولده من الأيات ثم يمد لهم صماط يأكلونه و ينصرفون من غير زيارة علي ذلك. هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي واظهار الفرح والإستبشار بمولده الشريف

Artinya:

"Menurut pendapatku, sesungguhnya asal dari maulid nabi adalah berkumpulnya manusia di satu tempat lalu di bacakan di dalamnya sebagian ayat yang mudah, riwayat perjuangan nabi dari hadits-hadits yang ada dan diceritakan berbagai macam peristiwa besar yang terlihat saat beliau lahir. Kemudian disediakan pula bagi mereka hidangan makanan dan minuman untuk mereka nikmati bersama-sama, kemudian mereka pulang sesudahnya. Amalan semacam ini termasuk bid'ah hasanah yang si pengamal akan mendapatkan pahala darinya karena di dalam maulid nabi itu pada intinya merupakan bentuk pengagungan dan pemuliaan kepada kanjeng nabi dan perwujudan rasa bahagia dan cinta atas kelahiran beliau yang mulia."

Sayyidi Asy-Syaikh Muhammad Hafidz Sulaiman

Menurut beliau, memperingati perayaan maulid nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam wajib diselenggarakan dengan penuh khidmat, dan dengan penuh penghormatan yang sebaik-baiknya. (Keterangan ini diadaptasi dari buku berjdul, "Tanggapan mengenai Bid'ah Hasanah, Tawasul dan Tabarruk karya A. Shihabuddin).

Pendapat Imam Junaid Al-Baghdadi

Dalam kitab ar-Risalah al-Qusyairiyah tercantum pendapat beliau sebagai berikut:

 من حضر مولد الرسول وعظم قدره فقد فاز بالإيمان

man hadhara maulidar rasul wa 'adzdzama qadrahu faqad faaza bil iimaan

Artinya:

"Barangsiapa hadir di perayaan maulid rasul dan mengagungkan kedudukan beliau, maka sungguh ia telah sukses dengan keimanan."

Masih banyak lagi pendapat para ulama besar mengenai hukum memperingati maulid nabi ini. Untuk lebih lengkap dan jelasnya, admin sarankan agar membaca kelanjutan artikel ini dengan mengklik tautan berikut ini:


Semoga Bermanfaat.

4 komentar:

  1. Sangat bermanfaat, sebagai muslim kita harus mengagungkan Rasulullah dengan segala macam cara, diantaranya dengan maulid nabi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mas ajay...semoga kita termasuk di dalamnya... aamiin

      Delete
  2. kunjungan perdana...
    maulid sama dengan maulud an ya?

    ReplyDelete